~ ARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHH! ~

Sering aku merasa otak ini terlalu banyak menitah. Menjadi ini, menjadi itu, begini, begitu. Sampai akhirnya tak menjadi apa – apa, tidak begini tetapi tidak juga begitu. Apakah mungkin aku terlalu menginginkan hidup yang sempurna? Yang sempurna menurutku mungkin tidak sempurna untuk orang lain. Oh…atau mungkin sebenarnya aku memimpikan hidup yang memang tak sempurna? Tidak untukku dan tidak untuk siapa – siapa.

Kepalaku rasanya sakit. Sakit sekali sehingga tak bisa kugambarkan rasa sakit itu. Apakah seperti dipukul – pukul palu? Tidak, lebih sakit dari itu. Seperti ditusuk – tusuk jarum? Jauh lebih sakit dari itu. Rasa sakit ini sungguh sangat menyakitkan. Tidak ada obatnya. Kankerkah? Bukan. Rasa sakit ini deritanya jauh lebih menderita di banding kanker. Rasa sakit ini mungkin hanya akan berhenti jika aku sudah membenturkan kepalaku ke tembok hingga amnesia atau memukulnya dengan berbotol – botol bir hingga berdarah – darah dan ditandai dengan dua puluh lebih jahitan atau mungkin hingga menjadi gila.

Seringkali aku merasa gelisah. Kegelisahan yang lagi – lagi tak dapat aku ungkapkan. Aku hanya meringkuk di tempat tidurku berusaha meredam segala kegelisahan itu di dadaku, menahan air mataku agar tak melewati ujung mataku. Semuanya menjadi menggumpal, rasa gelisah dan air mata yang tertahan. Membuat keringat dingin menjalari sekujur tubuhku, kini aku menggigil. Aku menggigil dan masih sekuat tenaga menahan kegelisahan dan air mataku, karena jika aku menangis aku telah membiarkan diriku kalah oleh diriku sendiri.

Aku marah, aku kesal, aku sedih, aku penat, aku lelah. Banyak rasa dan emosi yang tertahan dalam dadaku, banyak keluh  yang ingin terucap namun tertahan di ujung lidah ini. Hanya sampai sebatas cermin, hanya sampai sebatas lagu – lagu yang menguras emosional kita, dari mulai lagu – lagu hardcore, black-metal, britpop, rock n roll, sampai lagu – lagu melankolis yang cengeng. Tapi tak sekalipun keluar dari mulut ini, tak sepatah kata pun melewati bibir ini, maka mereka masih tertahan di sini. Di dalam sini hingga detik ini. Aku selalu ingin melupakan bukan meluapkan kegelisahan hati. Lupakan, lupakan, lupakan….semua yang tak terkatakan itu semakin menumpuk…menumpuk…dan menumpuk seperti bunga es di dalam freezer. Berangkat dari hal yang tak terkatakan menjadi segala hal tak terkatakan lalu menjadi tak ada yang dikatakan. Karena semua tertahan di sini. Di dalam sini. Pada akhirnya kegelisahan, unek – unek, dan semua yang tak terkatakan hanya akan keluar dalam satu kata yang panjang,

“Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhh!” teriakan menjadi ekspresi luapan emosi yang sudah tak tertahankan.

You are…part of this now…/someplace, somewhere, or somehow…/your mind dependency…is it my disability?…(Blindspott – Mind Dependency)

***

 

Aisya,

Kamar kosong, 18 Januari 2008

 

Advertisements

~ by icaisevilangel on July 8, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: