~ ARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHH! ~

•July 8, 2008 • Leave a Comment

Sering aku merasa otak ini terlalu banyak menitah. Menjadi ini, menjadi itu, begini, begitu. Sampai akhirnya tak menjadi apa – apa, tidak begini tetapi tidak juga begitu. Apakah mungkin aku terlalu menginginkan hidup yang sempurna? Yang sempurna menurutku mungkin tidak sempurna untuk orang lain. Oh…atau mungkin sebenarnya aku memimpikan hidup yang memang tak sempurna? Tidak untukku dan tidak untuk siapa – siapa.

Kepalaku rasanya sakit. Sakit sekali sehingga tak bisa kugambarkan rasa sakit itu. Apakah seperti dipukul – pukul palu? Tidak, lebih sakit dari itu. Seperti ditusuk – tusuk jarum? Jauh lebih sakit dari itu. Rasa sakit ini sungguh sangat menyakitkan. Tidak ada obatnya. Kankerkah? Bukan. Rasa sakit ini deritanya jauh lebih menderita di banding kanker. Rasa sakit ini mungkin hanya akan berhenti jika aku sudah membenturkan kepalaku ke tembok hingga amnesia atau memukulnya dengan berbotol – botol bir hingga berdarah – darah dan ditandai dengan dua puluh lebih jahitan atau mungkin hingga menjadi gila.

Seringkali aku merasa gelisah. Kegelisahan yang lagi – lagi tak dapat aku ungkapkan. Aku hanya meringkuk di tempat tidurku berusaha meredam segala kegelisahan itu di dadaku, menahan air mataku agar tak melewati ujung mataku. Semuanya menjadi menggumpal, rasa gelisah dan air mata yang tertahan. Membuat keringat dingin menjalari sekujur tubuhku, kini aku menggigil. Aku menggigil dan masih sekuat tenaga menahan kegelisahan dan air mataku, karena jika aku menangis aku telah membiarkan diriku kalah oleh diriku sendiri.

Aku marah, aku kesal, aku sedih, aku penat, aku lelah. Banyak rasa dan emosi yang tertahan dalam dadaku, banyak keluh  yang ingin terucap namun tertahan di ujung lidah ini. Hanya sampai sebatas cermin, hanya sampai sebatas lagu – lagu yang menguras emosional kita, dari mulai lagu – lagu hardcore, black-metal, britpop, rock n roll, sampai lagu – lagu melankolis yang cengeng. Tapi tak sekalipun keluar dari mulut ini, tak sepatah kata pun melewati bibir ini, maka mereka masih tertahan di sini. Di dalam sini hingga detik ini. Aku selalu ingin melupakan bukan meluapkan kegelisahan hati. Lupakan, lupakan, lupakan….semua yang tak terkatakan itu semakin menumpuk…menumpuk…dan menumpuk seperti bunga es di dalam freezer. Berangkat dari hal yang tak terkatakan menjadi segala hal tak terkatakan lalu menjadi tak ada yang dikatakan. Karena semua tertahan di sini. Di dalam sini. Pada akhirnya kegelisahan, unek – unek, dan semua yang tak terkatakan hanya akan keluar dalam satu kata yang panjang,

“Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhh!” teriakan menjadi ekspresi luapan emosi yang sudah tak tertahankan.

You are…part of this now…/someplace, somewhere, or somehow…/your mind dependency…is it my disability?…(Blindspott – Mind Dependency)

***

 

Aisya,

Kamar kosong, 18 Januari 2008

 

Advertisements

~ Jingga ~

•July 8, 2008 • Leave a Comment

Langit sore ini begitu indah. Senja. Matahari yang memerah di ufuk barat perlahan mulai tenggelam dan memendarkan warna jingga di langit. Warna jingga yang begitu khas diselingi dengan warna biru langit yang mulai menipis dan awan – awan putih yang mulai samar. Sesekali aku melihat burung – burung terbang berkelompok. Aku mendongak dan kurasakan angin sore berhembus lembut menyapa ramah wajahku. Aku memejamkan mataku dan kurentangkan tanganku, aku membayangkan aku adalah salah satu dari mereka. Dari burung – burung yang terbang bebas, mengepakkan sayapnya, merasakan angin yang berhembus lembut membawa mereka terbang lebih tinggi. Sesaat aku merasakan diriku adalah burung, bersama mereka aku berkicau, terbang, dan merasa damai.

Aku menghela nafas pelan dan perlahan membuka mataku. Aku masih duduk di atas genting rumahku menikmati indahnya warna langit yang berpendar jingga. Matahari telah semakin turun, tetapi aku belum mau turun. Dari atas sini, melihat matahari tenggelam diantara genting – genting rumah, memandangi langit yang berpendar jingga, begitu indahnya, ditemani terpaan angin sore yang sejuk, dan samar – samar aku dapat mendengar suara mobil yang melaju cepat di jalan tol belakang rumahku. Aku merasakan kedamaian yang….tak dapat kujelaskan dengan kata – kata. Aku merasa dapat bernafas jauh lebih lega daripada biasanya dan yang paling aku sukai adalah aku merasa tak ada beban dan bebas. Hanya aku, angin, sunset, burung – burung, dan warna jingga. Begitu indah, begitu damai, begitu bebas. Lagu Michael Buble mengalun pelan dalam pikiran dan hatiku,

Birds flyin’ high, you know how I feel/Sun in the sky, you know how I feel/Breeze directed on by, you know how I feel/It’s a new dawn, it’s a new day, it’s a new life/for me…./And I’m feelin’ good…I’m feelin’ good…

Aku tersenyum, coz I feel so damn good….

***

Aisya,

Kamar kosong, 7 November 2007

 

Hello world!

•July 8, 2008 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!